Tampilkan postingan dengan label karun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karun. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Februari 2014
5 Harta Karun Terpendam Dari Seluruh Dunia
5 Harta Karun Terpendam Dari Seluruh Dunia - Harta karun adalah sebuah harta yang terpendam yang berasal dari waktu lampau. Usia harta karun tentunya mencapai ratusan tahun atau bahkan lebih. Walaupun berusia lama, harta karun masih diburu karena harta dari harta karun memiliki nilai jual yang snagat tinggi. Terdapat beberapa harta karun terpendam yang terkenal dari seluruh dunia. Ini dia 5 Harta Karun Terpendam Dari Seluruh Dunia :
1. Danau Guatavita

Danau Guatavita adalah tempat dimana manusia purba dari Colombia (Amerika Selatan) dulu pernah menyelimuti dirinya sendiri dengan debu emas, lalu mengayuh ke tengah danau dan menyebarkan emas dan berlian ke dalam danau sebagai korban kepada berhala mereka.
Danau Guatavita sempat menimbulkan kekacauan di Amerika Utara saat itu yang juga ikut membangun terhadap mitos El Dorado (Kota Emas). Percobaan pertama untuk mengambil emasnya dilakukan oleh Hernan Perez de Quesada pada tahun 1545.
2. Harta Karun Kapten Kidd

Kapten Kidd adalah seorang kapten kapal bajak laut yang ditahan oleh Pemerintah Inggris karena pembajakan dan pembunuhan, dan akhirnya digantung.
Takut digantung, Kapten Kidd akhirnya mengubur harta karunnya dan meminta para eksekusionernya untuk memburu harta karun tersebut dan mengambilnya. Para eksekusioner tersebut sempat mendapat harta itu, tetapi Kapten Kidd tetap digantung dan dimasukkan ke dalam aspal, lalu digantung di atas Sungai Thames ketika Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan gaji yang lebih besar kepada eksekusioner Kapten Kidd.
Harta karun itu kini berada di sebuah lokasi yang tidak diketahui, dengan sebuah peta ini yang menjadi petunjuknya:

3. Emas Montezuma

Zaman dahulu, para Aztec merajalela di Meksiko. Mereka membangun kerajaan-kerajaan yang megah, dipenuhi dengan kekayaan dan kemakmuran. Hingga akhirnya para penjelajah Spanyol datang. Karena keunikan warna kulit para orang Spanyol ini, orang Aztec yang tidak tahu apa-apa menyembahnya.
Namun, karena ketamakan dari para orang Spanyol, mereka mengambil alih istana Aztec, membunuh para raja-raja mereka termasuk Montezuma, seorang raja Aztec yang terkenal. Mereka juga melelehkan patung-patung emas milik Montezuma yang tersebar di Tenochtitlan, ibukota Aztec saat itu.
Hingga akhirnya, masyarakat Aztec merasa mereka telah dibohongi dan memburu para orang Spanyol keluar dari Tenochtitlan. Sayangnya, karena mereka masih terus saja rakus, para penjelajah Spanyol tersebut terus mencoba membawa emas yang bertinjauan mereka lelehkan. Sayangnya, emas yang mereka coba bawa terlalu berat, dan Tenochtitlan dikelilingi rawa. Para orang Spanyol tersebut akhirnya terjebak dan tidak bisa keluar. Beberapa mencoba, namun mati bersama emasnya di rawa yang mengelilingi Tenochtitlan.
Beberapa arkeologis dari UK bertinjauan menggali beberapa emas ini.
4. Sumur Oak Island

Oak Island, sebuah pulau kecil di Nova Scotia, Kanada, adalah sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Suatu hari di tahun 1775, seorang penebang kayu Daniel McGinnis sedang berjalan di pulau tersebut untuk mencari kayu ketika ia menemukan sebuah sumur.
Sumur tersebut amat dalam, dan ia begitu yakin bahwa ada harta karun di dalamnya -- logika menyatakan bahwa tidak ada orang yang tinggal disitu, untuk apa membangun sumur?
Beberapa abad kemudian, pencari harta karun mulai mencari di sumur itu, dan hingga saat ini, masih belum dapat dipastikan apakah ada emas didalamnya -- atau bahkan kedalaman sumur tersebut. Sumur Oak Island tetap menjadi misteri.
5. Harta Karun NAZI


Ketika perang dunia II, NAZI memiliki sebuah rencana rahasia yang amat picik, yaitu mencoba menghancurkan ekonomi Amerika dan Inggris dengan cara membanjiri kedua negara tersebut dengan mata uang palsu yang tidak berharga. Sebagian dari rencana ini termasuk... menghujani kota-kota Amerika dan Inggris dengan uang palsu. Modal yang digunakan untuk operasi ini adalah karya-karya seni mahal dan emas rampasan dari negara Eropa lain.
Operasinya disebut Operasi Bernhard. Namun, operasi ini terpaksa gagal ketika Amerika mematikan NAZI pada 1945. Tidak mau kehilangan modal mereka, para NAZI terpaksa membawa karya-karya seni dan emas mereka, membungkusnya kedalam plastik dan brankas, lalu menceburkannya ke dalam danau Toplitz.
Danau Toplitz ini begitu tinggi di atas pegunungan dan begitu dalam, hingga beberapa meter di bawah permukaannya, sudah tidak ada oksigen. Para pemburu harta karun juga harus melewati satu lagi: Austria. Austria adalah negara yang begitu sensitif terhadap kata "NAZI" hingga siapapun yang mengucapkannya secara literal masuk penjara.
Mereka juga harus melawan debu bawah air, pohon-pohon tumbang yang tenggelam ke dalam danau, dan kapal mereka terus menerus diterpa badai salju, yang menyebabkan rusaknya peralatan navigasi mereka.
1. Danau Guatavita

Danau Guatavita adalah tempat dimana manusia purba dari Colombia (Amerika Selatan) dulu pernah menyelimuti dirinya sendiri dengan debu emas, lalu mengayuh ke tengah danau dan menyebarkan emas dan berlian ke dalam danau sebagai korban kepada berhala mereka.
Danau Guatavita sempat menimbulkan kekacauan di Amerika Utara saat itu yang juga ikut membangun terhadap mitos El Dorado (Kota Emas). Percobaan pertama untuk mengambil emasnya dilakukan oleh Hernan Perez de Quesada pada tahun 1545.
2. Harta Karun Kapten Kidd

Kapten Kidd adalah seorang kapten kapal bajak laut yang ditahan oleh Pemerintah Inggris karena pembajakan dan pembunuhan, dan akhirnya digantung.
Takut digantung, Kapten Kidd akhirnya mengubur harta karunnya dan meminta para eksekusionernya untuk memburu harta karun tersebut dan mengambilnya. Para eksekusioner tersebut sempat mendapat harta itu, tetapi Kapten Kidd tetap digantung dan dimasukkan ke dalam aspal, lalu digantung di atas Sungai Thames ketika Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan gaji yang lebih besar kepada eksekusioner Kapten Kidd.
Harta karun itu kini berada di sebuah lokasi yang tidak diketahui, dengan sebuah peta ini yang menjadi petunjuknya:

3. Emas Montezuma

Zaman dahulu, para Aztec merajalela di Meksiko. Mereka membangun kerajaan-kerajaan yang megah, dipenuhi dengan kekayaan dan kemakmuran. Hingga akhirnya para penjelajah Spanyol datang. Karena keunikan warna kulit para orang Spanyol ini, orang Aztec yang tidak tahu apa-apa menyembahnya.
Namun, karena ketamakan dari para orang Spanyol, mereka mengambil alih istana Aztec, membunuh para raja-raja mereka termasuk Montezuma, seorang raja Aztec yang terkenal. Mereka juga melelehkan patung-patung emas milik Montezuma yang tersebar di Tenochtitlan, ibukota Aztec saat itu.
Hingga akhirnya, masyarakat Aztec merasa mereka telah dibohongi dan memburu para orang Spanyol keluar dari Tenochtitlan. Sayangnya, karena mereka masih terus saja rakus, para penjelajah Spanyol tersebut terus mencoba membawa emas yang bertinjauan mereka lelehkan. Sayangnya, emas yang mereka coba bawa terlalu berat, dan Tenochtitlan dikelilingi rawa. Para orang Spanyol tersebut akhirnya terjebak dan tidak bisa keluar. Beberapa mencoba, namun mati bersama emasnya di rawa yang mengelilingi Tenochtitlan.
Beberapa arkeologis dari UK bertinjauan menggali beberapa emas ini.
4. Sumur Oak Island

Oak Island, sebuah pulau kecil di Nova Scotia, Kanada, adalah sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Suatu hari di tahun 1775, seorang penebang kayu Daniel McGinnis sedang berjalan di pulau tersebut untuk mencari kayu ketika ia menemukan sebuah sumur.
Sumur tersebut amat dalam, dan ia begitu yakin bahwa ada harta karun di dalamnya -- logika menyatakan bahwa tidak ada orang yang tinggal disitu, untuk apa membangun sumur?
Beberapa abad kemudian, pencari harta karun mulai mencari di sumur itu, dan hingga saat ini, masih belum dapat dipastikan apakah ada emas didalamnya -- atau bahkan kedalaman sumur tersebut. Sumur Oak Island tetap menjadi misteri.
5. Harta Karun NAZI


Ketika perang dunia II, NAZI memiliki sebuah rencana rahasia yang amat picik, yaitu mencoba menghancurkan ekonomi Amerika dan Inggris dengan cara membanjiri kedua negara tersebut dengan mata uang palsu yang tidak berharga. Sebagian dari rencana ini termasuk... menghujani kota-kota Amerika dan Inggris dengan uang palsu. Modal yang digunakan untuk operasi ini adalah karya-karya seni mahal dan emas rampasan dari negara Eropa lain.
Operasinya disebut Operasi Bernhard. Namun, operasi ini terpaksa gagal ketika Amerika mematikan NAZI pada 1945. Tidak mau kehilangan modal mereka, para NAZI terpaksa membawa karya-karya seni dan emas mereka, membungkusnya kedalam plastik dan brankas, lalu menceburkannya ke dalam danau Toplitz.
Danau Toplitz ini begitu tinggi di atas pegunungan dan begitu dalam, hingga beberapa meter di bawah permukaannya, sudah tidak ada oksigen. Para pemburu harta karun juga harus melewati satu lagi: Austria. Austria adalah negara yang begitu sensitif terhadap kata "NAZI" hingga siapapun yang mengucapkannya secara literal masuk penjara.
Mereka juga harus melawan debu bawah air, pohon-pohon tumbang yang tenggelam ke dalam danau, dan kapal mereka terus menerus diterpa badai salju, yang menyebabkan rusaknya peralatan navigasi mereka.
Selasa, 03 Desember 2013
Profesor Yang Klaim Temukan Lokasi Harta Karun Suku Maya
Kita selalu takjub dengan petualangan memburu harta karun seperti yang digambarkan dalam film Indiana Jones atau National Treasure. Tetapi bagi Joachim Rittsteig, petualangan yang sesungguhnya baru akan dimulai karena ia mengklaim telah berhasil menemukan sebuah petunjuk yang mengarah kepada lokasi harta karun suku Maya. Ia menemukan petunjuk itu di dalam Dresden Codex yang telah berusia ratusan tahun.
Perlu dicatat kalau Joachim bukanlah seorang pengkhayal yang terlalu banyak menonton film petualangan. Ia adalah seorang profesor Emeritus di universitas Dresden yang telah mempelajari kebudayaan suku Maya selama 40 tahun. Ia juga ahli bahasa suku Maya dan salah satu objek penelitiannya adalah Dresden Codex yang berisi catatan-catatan mengenai kebudayaan suku Maya.
Joachim percaya kalau pada Codex itu tersembunyi harta karun berupa emas murni seberat 8 ton. Bukan itu saja, Joachim mengklaim mengetahui lokasi persembunyian harta tersebut, yaitu di dasar danau Izabal.
Dresden Codex atau Codex Dresdensis sendiri adalah satu dari empat dokumen utama yang masih tersisa dari kebudayaan Maya. Dokumen ini pertama kali ditulis oleh para pendeta suku Maya pada tahun 1250 Masehi. Dokumen ini memiliki 74 halaman dengan 74 hieroglyps yang berbeda. Jika direntangkan, panjangnya mencapai 3,56 meter. Para ahli percaya kalau dokumen ini adalah dokumen tertua yang pernah ditulis di benua Amerika.
Dresden codex ditulis diatas kertas yang terbuat dari batang pohon ara dan ditulis oleh delapan penulis yang memiliki gaya tulisan yang berbeda-beda. Masing-masing dari mereka juga membahas subjek yang berbeda pula. http://anehdidunia.blogspot.comAda bahasan mengenai astronomi yang memuat tabel Venus dan Bulan dengan akurasi yang luar biasa. Tabel bulan itu memiliki interval yang berkolerasi dengan gerhana. Sedangkan tabel Venus berkorelasi dengan pergerakan planet itu di angkasa.
Di dalamnya juga ada almanak, tabel astrologi, informasi mengenai musim-musim, banjir, penyakit, pengobatan, referensi keagamaan dan saran mengenai waktu bercocok tanam.http://anehdidunia.blogspot.com
Selain itu, codex ini jugalah yang dianggap banyak orang telah memprediksikan kehancuran bumi pada tahun 2012 karena pada bagian akhirnya diceritakan mengenai bumi yang tenggelam oleh air yang keluar dari mulut naga.
Pertama kali Codex ini dikenal masyarakat luas adalah pada tahun 1739 ketika Johann Christian Gotze, direktur Royal Library di Dresden, membelinya dari kolektor pribadi di Wina, Austria. Bagaimana awalnya Codex itu bisa berada di Wina tidak diketahui dengan pasti. Namun ada spekulasi yang menyebutkan kalau Codex itu mungkin telah dihadiahkan oleh Hernando Cortes kepada Charles I, Raja Spanyol pada waktu itu.
Seperti yang kita ketahui, Hernando Cortes adalah penakluk Spanyol yang berhasil menguasai sebagian besar wilayah Mexico pada awal abad ke-16, termasuk kerajaan Aztec yang berhasil dilumpuhkannya pada tahun 1521.
Setelah diperoleh oleh Gotze, pada tahun 1744, Codex itu diberikan kepada Royal Library di Dresden yang kemudian memamerkannya untuk pertama kali pada tahun 1848.
Pada perang dunia II, codex itu mengalami kerusakan serius akibat pengeboman. Dua belas halamannya rusak dan bagian-bagian lainnya hancur. Namun, usaha restorasi yang terus menerus berhasil memulihkannya sehingga bisa dipelajari hingga kini.
Siapa sangka, dokumen yang awalnya hanya dianggap bernilai sejarah ini ternyata mengandung petunjuk mengenai harta karun yang sangat berharga.
"Codex Dresden memiliki petunjuk yang mengarah kepada delapan ton emas murni." Kata Joachim Rittsteig.
Dengan disponsori oleh surat kabar Bild dari Jerman, Ia telah menyiapkan sebuah ekspedisi menuju danau Izabal, tempat yang dipercayainya menyimpan harta karun tersebut.
Joachim Rittsteig http://anehdidunia.blogspot.comMenurut Rittsteig, halaman 52 pada codex tersebut menyebutkan mengenai sebuah kota suku Maya yang bernama Atlan yang hancur oleh gempa bumi pada tanggal 30 Oktober tahun 666 sebelum Masehi. Di kota ini, mereka menyimpan 2.156 batangan emas yang dipermukaannya terukir hukum-hukum suku Maya.
Ketika kota itu hancur oleh gempa, emas-emas itu ikut tenggelam ke dalam danau Izabal yang berada di timur Guetamala.
Citra Satelit danau IzabalRittsteig mengklaim telah berhasil menemukan reruntuhan kota Atlan dengan citra radar yang diambil di daerah tersebut. http://anehdidunia.blogspot.com
Ia memperkirakan kalau seluruh batangan emas itu bernilai sekitar 290 juta dolar Amerika. Ini jumlah yang sangat besar, bahkan untuk ukuran saat ini. Jika harta karun ini ditemukan, dipastikan kalau nilai sejarahnya akan jauh lebih berharga dibanding nilai materinya.
Selain masalah harta, ada satu hal lagi yang menarik dari perkataan Rittsteig. Kalian mungkin memperhatikan kalau nama kota suku Maya yang hancur oleh gempa bumi tersebut adalah Atlan.
Teringat dengan sesuatu?
Ya, Atlantis yang juga hancur oleh gempa bumi sekitar tahun 10.000 sebelum Masehi. Tentu saja yang membedakan kedua kota itu adalah rentang waktu kehancuran yang sangat jauh, hampir 9.000 tahun.
Jika kita tidak bisa menemukan Atlantis yang misterius itu, mungkin kita masih bisa menemukan kota Atlan yang penuh dengan batangan emas. Dan saya kira itu pun akan menjadi sesuatu yang sangat menarik.
Jadi, kita menunggu kabar darimu Prof. Rittsteig!
Baca juga Cara Cara Hilangkan Perasaan Pada Mantan
Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih
sumber:http://xfile-enigma.blogspot.com/2011/03/seorang-profesor-mengklaim-menemukan.html
Langganan:
Postingan (Atom)