Tampilkan postingan dengan label manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manis. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Mei 2014
Sejarah Manis Sepakbola Indonesia Klub Lokal Mengalahkan Arsenal 2 0
Pada posting kali ini juhanasblog.blogspot.com akan menyajikan artikel tentang Sejarah Manis Sepakbola Indonesia, Klub Lokal Mengalahkan Arsenal 2-0. Semoga dengan artikel Sejarah Manis Sepakbola Indonesia, Klub Lokal Mengalahkan Arsenal 2-0 akan menambah pengetahuan bagi anda pembaca setia juhanasblog.blogspot.com
Dulu, tim nasional PSSI sering kebanjiran tamu hebat. Mulai dari Dinamo Moskow dengan Vladimir Bubukin-nya, Santos dengan Pele-nya, tim nasional Uruguay, PSV Eindhoven atau Feyenoord. Dua klub Inggris Stoke City dan Queens Park Rangers, Brno (Ceko), Kristiansand (Norwegia), Ebsbjerg (Denmark) juga pernah datang.
Ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.
Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.
The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David OLeary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.
Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.
Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.
Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam Battle of Soerabaia. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.
Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai Wembley-nya tim nasional untuk partai internasional.
Data dan fakta :
Niac Mitra VS Arsenal (2:0)
tanggal : 16 Juni 1983
Stadion 10 November, Surabaya
pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85
Susunan Pemain:
Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly
Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David OLeary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix
Berikut foto-fotonya






Ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.
Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.
The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David OLeary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.
Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.
Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.
Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam Battle of Soerabaia. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.
Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai Wembley-nya tim nasional untuk partai internasional.
Data dan fakta :
Niac Mitra VS Arsenal (2:0)
tanggal : 16 Juni 1983
Stadion 10 November, Surabaya
pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85
Susunan Pemain:
Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly
Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David OLeary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix
Berikut foto-fotonya






Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di juhanasblog.blogspot.com
Homepage|http://juhanasblog.blogspot.com
Selasa, 12 November 2013
Cara Membuat Kue Lopis Manis Sehat Mudah Sederhana
Lupis atau Lopis salah satu kekayaan kuliner Nusantara, masih banyak di temukan di pasar-pasar tradisional, namun keberadaannya kini sudah mulai jarang di temukan akibat makin banyaknya makanan atau kue-kue instant yang begitu menjamur dan mulai menggeser keberagaman kue tradisional Nusantara kita. Manusia-manusia modern kini lebih memilih burger dan jenis makanan instant yang lain. Dibandingkan dengan makanan instant yang banyak beredar Lupis atau Lopis ini jauh lebih sehat karena di buat dari bahan-bahan tradisional dan cara-cara tradisional. Dari segi harganya pun juga jauh lebih murah. Sekarang saat untuk belajar membuat kue tradisional ini, itung-itung ikut melestarikan kekayaan kuliner Nusantara. berikut resepnya Cara Membuat Kue Lopis Sehat Mudah Sederhana.
Bahan-bahan mebuat Kue Lopis :
- 300 gr beras ketan
- 1/4 sendok teh air kapur sirih
- 1 liter air
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus
- Tali ikatan bungkus kue (gunakan tulang daun pisang/tali plastik)
Bahan Tambahan (Juruh) :
- 300 gr gula merah, disisir/iris halus
- 200 ml air
- 1 lbr daun pandan
Bahan Taburan Kelapa :
- 1/2 butir kelapa agak tua, parut kasar
- 1 lbr daun pandan
- 1/4 sendok teh garam

Cara Membuat Kue Lopis Sehat Mudah Sederhana :
- Rendamlah beras ketan ke dalam air, biarkan kira-kira selama 1/2 jam, lalu tiriskan.
- Potonglah daun pisang untuk bungkus, bentuklah corong/contong/kerucut. Masukkan beras ketan ke dalam daun pisang, lipatlah daun pisang agar menutupi seluruh beras. Ikat rapat dengan tali agar tidak lepas. Rebus lah dalam air yang sudah mendidih kira-kira selama 4 jam.
- Rebus semua bahan Tambahan/Juruh hingga mengental, lalu saringlah.
- Aduklah campuran kelapa dan garam, berilah daun pandan, lalu kukus kira-kira selama 15 menit.
- Angkat Lopis yang telah matang, Lepas dari pembugkusnya gulungkan lupis/lopis pada kelapa parut lalu sajikan dengan campuran juruh.
Nah gampang kan membuatnya, selamat mencoba dan berkreasi.
Langganan:
Postingan (Atom)